Juventus Dikejutkan Oleh Permainan Cepat Dan Determinasi Tinggi Atalanta

Juventus Dikejutkan Oleh Permainan Cepat Dan Determinasi Tinggi Atalanta

Konsentrasi Juventus menjelang partai semifinal Liga Champions Eropa melawan AS Monaco sepertinya mempengaruhi penampilan Gonzalo Higuain dan kawan – kawan di ajang Serie A. Hasil imbang 2 – 2 saat melawan Atalanta menjadi bukti dari situasi tersebut. Semangat juang tinggi dan permainan dinamis yang ditunjukkan oleh para pemain Atalanta memberi masalah serius bagi Juventus. Sebuah gol di menit akhir pertandingan menggagalkan tambahan 3 poin yang sebenarnya nyaris diperoleh tim asuhan Massimiliano Allegri. Juventus tampil kurang baik pada babak pertama dengan penampilan yang minim determinasi sehingga jarang menciptakan peluang. Bahkan lini tengah Juventus terlihat minim konsentrasi sehingga sering kehilangan bola dan memberi peluang bagi lawang untuk mengancam gawang Gianluigi Buffon.

 

Permainan Atalanta yang cepat dengan intensitas tinggi memberi kesulitan serius bagi lini tengah dan lini belakang Juventus. Sebuah gol dari Andrea Conti di penghujung babak pertama memberi tekanan serius bagi Juventus yang dipastikan tidak ingin kehilangan poin di sisa pertandingan Serie A musim ini. Tertinggal 1 gol membuat Juventus meningkatkan intensitas permainan sejak awal babak kedua. Para pemain Juventus menaikkan tempo permainan dan terus menekan para pemain Atalanta yang turun bertahan guna mempertahankan keunggulan 1 gol. Paulo Dybala tampil lebih percaya diri dan menunjukkan kualitas individu yang mampu merepotkan pertahanan lawan. Tekanan tersebut berbuah manis setelah sebuah kesalahan yang dilakukan lini belakang Atalanta berbuah gol bunuh diri dari Leonardo Spinazzola yang menyamakan skor menjadi 1 – 1.

 

Situasi berbalik setelah Juventus unggul berkat gol yang dicetak oleh Dani Alves. Optimisme mendulang tambahan 3 poin sepertinya mulai muncul; namun serangan cepat dan determinasi tinggi para pemain Atalanta terbukti mampu menyulitkan lini belakang Juventus. Sebuah bukti bahwa pemain cepat yang berani berduel dapat menembus lini belakang Juventus yang dikenal sangat tangguh. Remo Freuler sukses menyamakan kedudukan menjadi 2 – 2 saat pertandingan memasuki menit 89 dan akhirnya menggagalkan peluang Juventus untuk menambah 3 poin. Kini Juventus masih kokoh di puncak klasemen Liga Serie A dengan perolehan nilai 84; berselisih 9 poin dari AS Roma di peringkat kedua dan 10 poin dari Napoli di peringkat ketiga

CatatAN 8 Gelar dalam 2 Tahun dari Xavi, Iniesta, dan Puyol

Catatan 8 Gelar Dalam 2 Tahun Dari Xavi, Iniesta dan Puyol

reneefrench.com – Jika kita mencoba mencari tahu siapa pemain sepak bola yang paling banyak mengoleksi tropy sudah pasti kita akan tertuju pada 3 sosok yang menjadi tulang punggung Spanyol dan juga Barcelona dari indosbobet88.org. Trio pemain itu adalah Xavi, Iniesta dan Puyol. Tiga nama tersebut rasanya cukup pantas jika disebut sebagai pemain luar biasa dengan sekian banyak gelar.

 

Ketiga pemain tersebut dikenal sebagai pemain top dunia sekaligus generasi emas sepak bola Spanyol. sudah banyak torehan prestasi yang mereka sabet, mulai dari gelar perorangan, klub maupun untuk timnas Spanyol. Terlebih torehan Xavi, Iniesta dan Puyol ini sangat spesial dan yang paling hebat adalah torehan 8 gelar hanya dalam kurun waktu selama 2 tahun saja.

 

Masih teringat jelas ketika gelaran Piala Eropa di tahun 2008 silam, timnas matador Spanyol sukses  merengkuh juara. Torehan mengesankan tersebut tidak lepas dari andil Xavi, Iniesta dan Puyol. Khusus untuk Carles Puyol ini merupakan sebuah jerih payah dari kepemimpinannya sebagai kapten tim sehingga Spanyol tampil sebagai jawara. Hal senada juga menjadi ajang unjuk gigi bagi Iniesta dan Xavii Hernadez.

 

Setahun berselang Xavi, Iniesta dan Puyol bersama klub Barcelona sukses menggondol semua piala baik dari gelaran lokal, Eropa, maupun Internasional agen judi bola online. Di tahun ini merupakan musim paling luar biasa bagi Barcelona. Terhitung di tahun 2009, tim Catalan ini sukses memboyong trohy Liga Champions, gelar La Liga Spanyol, ada juga raihan piala Raja Spanyol, beserta piala Super Spanyolnya dan juga piala super Eropa.

 

Tak puas sampai disitu saja Barcelona bersama trio Xavi, Iniesta dan Puyol juga mampu tampil perkasa di gelaran Piala Dunia antar klub mewakili Benua Eropa. Sungguh raihan super gemilang bagi sebuah klub semacam Barcelona. Semua gelar klub disapu bersih dan memenuhi lemari trophy klub besar Spanyol. selain itu musim tersebut juga menjadi masa kejayaan sepak bola ala tiki-taka Spanyol di kancah dunia.

 

Bagaimana tidak generasi emas timnas Spanyol yang tampil menjadi jawara di gelaran piala Eropa tahun 2008 kini juga turun di gelaran Piala Dunia tahun 2010. Semua pasti masih ingat dengan keperkasaan tim matador ini. Prestasi kembali diukir oleh Xavi, Iniesta dan Puyol di gelaran ini yang sukses mengawinkan piala Eropa 2008 dengan Piala Dunia 2010. Prestasi ini membuat publik sepak bola dunia terpana.

 

Publik sepak bola dunia terpana dengan kegemilangan timnas Spanyol dan menjadikan negara ini menjadi kiblat sepak bola dunia. Selain itu para pecinta bola juga sangat fokus pada raihan gelar yang diraih ketiga pemain andalan Spanyol yang terdiri dari Xavi, Iniesta dan Puyol. Tercatat mereka bertigalah yang berhasil meraih delapan gelar bergengsi baik level klub maupun timnas dalam kurun waktu 2 tahun saja.