Ryan Giggs Sempat Mau Bergabung dengan Liverpool dan Manchester City

Ryan Giggs Sempat Mau Bergabung Dengan Liverpool dan Manchester City

Berbicara mengenai pemain sayap paling hebat di dunia, tidak tepat jika tidak menyinggung nama Ryan Giggs. Siapa yang tidak kenal dengan kehebatan pemain sayap Wales ini. Namanya begitu tenar dan populer bersama klub raksasa Inggris, Manchester United. Winger brilian ini hampir sebagian besar menghabiskan karirnya di klub kota Manchester ini, banyak torehan manis yang diukirnya bersama Red Devils.

 

Bagi kubu Manchester United Ryan Giggs tak ubahnya sebuah saksi kegemilangan klub besar ini, torehan prestasi sudah banyak diukir Giggs untuk United. Rasanya tak ada sosok pemain yang bisa menandingi loyalitas pemain kaki kidal ini. Giggs tercatat hampir 29 tahun membela panji Setan merah. Sehingga sosok Giggs selalu menjadi seorang legenda bagi kubu Old Traford.

 

Baca Juga : Catatan 8 Gelar Dalam 2 Tahun Dari Xavi, Iniesta dan Puyol

 

Tidak hanya sebagai pemain andalan di lapangan saja. Sosok Ryan Giggs menjelma menjadi sosok panutan bagi rekan-rekan setimnya baik di lapangan maupun ketika berada di luar lapangan. Terlebih Giggs yang pensiun di usia 40-an tahun ini selalu menampilkan permainan ciamik di lapangan dari agen sbobet. Selain itu sikap dan perilakunya di  luar lapangan juga sangat baik dan menjadi contoh bagi pemain sepak bola.

 

Ryan Giggs tercatat resmi berbaju setan merah pada tahun 1990 di bawah nahkoda Sir Alex Fergusson. Ada cerita yang belum banyak diketahui orang terkait bergabungnya Giggs dengan Kubu Old Traford ini. Menurut manajer yang  membina Giggs ketika masih di usia junior mengatakan jika sebenarnya pemain andalannya ini sempat akan dibeli oleh Liverpool dan juga  Mancheter City pada awal karirnya.

 

Akan tetapi wacana itu nampaknya tidak mendapat lampu hijau dari kubu Liverpool maupun dari Manchester City. Alasannya mengapa kedua klub tersebut urung memboyong Ryan Giggs lantaran pemain sayap ini dianggap kurang mumpuni jika bergabung dalam skuad kedua klub ini. Meskipun sang manajer berusaha dengan keras untuk memboyong Giggs ke City, namun sebuah langkah cerdas dilakukan oleh Fergie.

 

Seorang Alex Ferguson tentunya memiliki pandangan khusus terhadap bakat dan kemampuan pemuda 14 tahun ini. Terang saja, sebuah langkah cepat dilakukan Fergie untuk mendapatkan bidikannya. Waktu ketika Giggs merayakan momen ulang tahunnya sir Alex langsung saja menyodorkan kontrak untuk Ryan Giggs bersama The Red Devils. Sontak Giggs mengamini permintaan ini dan akhirnya di resmi berbaju Man. United.

 

Keputusan cepat dari Fergie ini akhirnya berbuah manis. Ryan Giggs benar-benar menjadi tulang punggung bagi United di beberapa periode kejayaannya. Hingga akhirnya torehan manis diraih oleh pemain Wales ini. Hingga akhirnya dia mengakhiri karir manisnya di Old Traford sebagai seorang legenda hidup. Bahkan, sebelum United diambil alih oleh Mourinho, Giggs dipercaya sebagai nahkoda tim ini.

CatatAN 8 Gelar dalam 2 Tahun dari Xavi, Iniesta, dan Puyol

Catatan 8 Gelar Dalam 2 Tahun Dari Xavi, Iniesta dan Puyol

reneefrench.com – Jika kita mencoba mencari tahu siapa pemain sepak bola yang paling banyak mengoleksi tropy sudah pasti kita akan tertuju pada 3 sosok yang menjadi tulang punggung Spanyol dan juga Barcelona dari indosbobet88.org. Trio pemain itu adalah Xavi, Iniesta dan Puyol. Tiga nama tersebut rasanya cukup pantas jika disebut sebagai pemain luar biasa dengan sekian banyak gelar.

 

Ketiga pemain tersebut dikenal sebagai pemain top dunia sekaligus generasi emas sepak bola Spanyol. sudah banyak torehan prestasi yang mereka sabet, mulai dari gelar perorangan, klub maupun untuk timnas Spanyol. Terlebih torehan Xavi, Iniesta dan Puyol ini sangat spesial dan yang paling hebat adalah torehan 8 gelar hanya dalam kurun waktu selama 2 tahun saja.

 

Masih teringat jelas ketika gelaran Piala Eropa di tahun 2008 silam, timnas matador Spanyol sukses  merengkuh juara. Torehan mengesankan tersebut tidak lepas dari andil Xavi, Iniesta dan Puyol. Khusus untuk Carles Puyol ini merupakan sebuah jerih payah dari kepemimpinannya sebagai kapten tim sehingga Spanyol tampil sebagai jawara. Hal senada juga menjadi ajang unjuk gigi bagi Iniesta dan Xavii Hernadez.

 

Setahun berselang Xavi, Iniesta dan Puyol bersama klub Barcelona sukses menggondol semua piala baik dari gelaran lokal, Eropa, maupun Internasional agen judi bola online. Di tahun ini merupakan musim paling luar biasa bagi Barcelona. Terhitung di tahun 2009, tim Catalan ini sukses memboyong trohy Liga Champions, gelar La Liga Spanyol, ada juga raihan piala Raja Spanyol, beserta piala Super Spanyolnya dan juga piala super Eropa.

 

Tak puas sampai disitu saja Barcelona bersama trio Xavi, Iniesta dan Puyol juga mampu tampil perkasa di gelaran Piala Dunia antar klub mewakili Benua Eropa. Sungguh raihan super gemilang bagi sebuah klub semacam Barcelona. Semua gelar klub disapu bersih dan memenuhi lemari trophy klub besar Spanyol. selain itu musim tersebut juga menjadi masa kejayaan sepak bola ala tiki-taka Spanyol di kancah dunia.

 

Bagaimana tidak generasi emas timnas Spanyol yang tampil menjadi jawara di gelaran piala Eropa tahun 2008 kini juga turun di gelaran Piala Dunia tahun 2010. Semua pasti masih ingat dengan keperkasaan tim matador ini. Prestasi kembali diukir oleh Xavi, Iniesta dan Puyol di gelaran ini yang sukses mengawinkan piala Eropa 2008 dengan Piala Dunia 2010. Prestasi ini membuat publik sepak bola dunia terpana.

 

Publik sepak bola dunia terpana dengan kegemilangan timnas Spanyol dan menjadikan negara ini menjadi kiblat sepak bola dunia. Selain itu para pecinta bola juga sangat fokus pada raihan gelar yang diraih ketiga pemain andalan Spanyol yang terdiri dari Xavi, Iniesta dan Puyol. Tercatat mereka bertigalah yang berhasil meraih delapan gelar bergengsi baik level klub maupun timnas dalam kurun waktu 2 tahun saja.